βš“ Modul Projek IPAS β€’ Keahlian Pelayaran & Bahari

Marine EcoSim: Dinamika Ekosistem Laut & Lingkungannya

Media pembelajaran interaktif bagi murid kelas X Nautika Kapal Niaga (NKN) SMK Negeri 1 Mundu. Dirancang untuk memperdalam pemahaman ekosistem bahari, zona kedalaman laut, aliran energi rantai makanan, serta pentingnya navigasi ramah lingkungan (eco-navigation) guna menjaga kelestarian sumber daya laut perairan Indonesia.

Buku Saku Identitas Murid

Isi data diri murid sebelum memulai penjelajahan untuk pencatatan pada sertifikat hasil belajar dan lembar komitmen bahari.

🌊

Komponen & Zonasi

Pelajari komponen biotik, abiotik, dan karakteristik Zona Fotik, Remang, hingga Afotik.

βš™οΈ

Simulasi FIFO

Manipulasi faktor cahaya, suhu, salinitas, kedalaman, dan uji coba dampak tumpahan minyak.

πŸ“

Kuis Kasus HOTS

10 soal analisis kasus rantai makanan, biomagnifikasi mikroplastik, dan regulasi MARPOL.

πŸŽ–οΈ

Ikrar Pelaut NKN

Kerjakan latihan mandiri dan rumuskan komitmen pelaut peduli kelestarian laut.

🚒

Relevansi Vokasi Nautika Kapal Niaga (NKN)

Keterkaitan Keahlian Pelayaran dengan Ekologi Lautan Indonesia

Sebagian besar aktivitas penangkapan ikan komersial dan jalur transportasi kapal niaga beroperasi di Zona Fotik (Epipelagis). Pemahaman mengenai suhu permukaan, penetrasi cahaya, salinitas, dan arus di zona ini sangat penting bagi murid NKN untuk menentukan rute pelayaran efisien serta mengidentifikasi zona potensi ikan tangkapan (fishing ground), sekaligus menegakkan prosedur pencegahan pencemaran sesuai standar MARPOL 73/78.

🎯 Panduan & Sasaran Kompetensi

Tujuan Pembelajaran Murid

Capaian Pembelajaran (CP) Projek IPAS Kemaritiman Kelas X Nautika Kapal Niaga SMK Negeri 1 Mundu.

Rumusan Capaian Tujuan Pembelajaran:

β€œMurid mampu mengidentifikasi komponen biotik (fitoplankton, zooplankton, ikan pelagis, demersal) dan abiotik (cahaya, suhu, salinitas, kedalaman) pada ekosistem laut dan mampu menganalisis pola aliran energi dan interaksi jaring-jaring makanan laut akibat perubahan kondisi abiotik.”

1

Identifikasi Komponen Biotik & Abiotik

Murid mampu mengidentifikasi komponen biotik (fitoplankton, zooplankton, ikan pelagis kecil & predator, ikan demersal, dekomposer) dan abiotik (penetrasi cahaya, suhu air laut, salinitas, kedalaman & tekanan, arus & gelombang).

2

Distribusi Biota pada Zona Kedalaman

Murid mampu memetakan persebaran biota pada Zona Fotik (Epipelagis, 0–200m), Zona Remang (Mesipelagis, 200–1.000m), dan Zona Afotik (Batipelagis, >1.000m) serta menghubungkannya dengan tekanan hidrostatik (+1 atm tiap 10m).

3

Pola Aliran Energi & Jaring Makanan

Murid mampu menganalisis proses transfer energi matahari melalui fotosintesis fitoplankton hingga ke ikan pelagis, ikan demersal, predator puncak, dan dekomposer dasar laut serta memprediksi dampak kaskade trofik.

4

Prosedur Preventif MARPOL Pelaut NKN

Murid mampu mengevaluasi dampak tumpahan minyak dan sampah plastik kapal terhadap rantai makanan serta menerapkan regulasi MARPOL (Zero Garbage Discharge dan OWS 15 PPM).

πŸ—ΊοΈ Alur 5 Langkah Belajar Mandiri Murid

LANGKAH 1

Pelajari Materi

Pahami komponen biotik, abiotik, dan zonasi kedalaman laut.

LANGKAH 2

Simulasi FIFO

Eksperimen pengaruh cahaya, suhu, salinitas & kedalaman.

LANGKAH 3

Uji Kuis HOTS

Uji penguasaan kasus kemaritiman & regulasi MARPOL.

LANGKAH 4

Lihat Hasil

Klaim sertifikat kompetensi resmi SMKN 1 Mundu.

LANGKAH 5

Refleksi & Ikrar

Kerjakan latihan mandiri dan cetak piagam komitmen.

πŸ“š Modul IPAS Pelayaran & Bahari

Makhluk Hidup dan Lingkungannya

Ekosistem Laut, Zona Kedalaman, dan Aliran Energi Bahari untuk Murid Kelas X Nautika Kapal Niaga.

🌿

1. Komponen Biotik (Makhluk Hidup)

Organisme penyusun rantai kehidupan bahari

Fitoplankton (Produsen Utama):

Produsen utama berukuran mikroskopis yang melakukan fotosintesis di permukaan laut (menghasilkan >50% oksigen bumi).

Zooplankton (Konsumen I):

Konsumen I (herbivora) yang memakan fitoplankton (contoh: copepod, krill).

Ikan Pelagis Kecil (Konsumen II):

Konsumen II yang memakan zooplankton (contoh: lemuru, kembung, teri).

Ikan Pelagis Besar & Predator (Konsumen Puncak):

Konsumen puncak / pemburu (contoh: tuna, tongkol, hiu).

Ikan Demersal (Ikan Dasar Laut):

Ikan yang hidup dan mencari makan di dekat dasar laut (contoh: kakap merah, kerapu, bawal).

Dekomposer (Bakteri Pengurai):

Bakteri pengurai di dasar laut yang merombak sisa organik menjadi zat hara untuk didaur ulang kembali.

🌑️

2. Komponen Abiotik (Faktor Lingkungan)

Kondisi fisik & kimiawi perairan bahari

β˜€οΈ Penetrasi Cahaya:

Menentukan batas kemampuan fotosintesis fitoplankton. Tembus optimal hanya pada lapisan epipelagis (0–200 meter).

🌑️ Suhu Air Laut:

Mengatur laju metabolisme biota dan kadar Oksigen Terlarut (DO). Air dingin melarutkan lebih banyak O2 daripada air panas.

πŸ§‚ Salinitas:

Kadar garam air laut yang memengaruhi tekanan osmotik sel tubuh organisme (normal berkisar 32–35 PSU).

🧭 Kedalaman & Tekanan:

Tekanan hidrostatik meningkat sebesar 1 ATM setiap penurunan kedalaman 10 meter.

🌊 Arus & Gelombang:

Membawa nutrisi dan menentukan distribusi pergerakan biota serta schooling fish tangkapan nelayan.

Pilih Zona Kedalaman:

Zona Fotik (Epipelagis) 0 – 200 m

Sinar matahari maksimal, suhu hangat, DO tinggi.

Zona Remang (Mesipelagis) 200 – 1.000 m

Cahaya sangat redup, suhu termoklin 10Β°C – 4Β°C.

Zona Afotik (Batipelagis) > 1.000 m

Gelap gulita, mendekati beku 0Β°C – 3Β°C, tekanan >100 ATM.

Dasar Laut & Dekomposer Substrat Dasar

Bakteri pengurai, merombak organik menjadi hara.

Zona Fotik (Epipelagis) β€’ Kedalaman 0 – 200 Meter

β˜€οΈ Penetrasi Cahaya Maksimal (100% Penetrasi)
🌑️ Karakter Suhu Suhu Hangat (25Β°C – 30Β°C)
🧭 Tekanan Hidrostatik 1 – 20 ATM
🫁 Oksigen Terlarut (DO) Tinggi (6.5 – 8.5 mg/L)
πŸ§‚ Salinitas Laut 32 – 35 PSU

Karakteristik Fisik & Ekologis:

Sebagian besar aktivitas penangkapan ikan komersial dan jalur transportasi kapal niaga beroperasi di Zona Fotik (Epipelagis). Kelimpahan fitoplankton sebagai produsen primer fotosintetik menopang gerombolan ikan pelagis kecil (lemuru, kembung, teri) hingga predator puncak (tuna, tongkol, hiu) dan penyu.

Distribusi Biota Khas:

Fitoplankton, Zooplankton, Ikan Pelagis (Kembung, Lemuru, Tuna, Tongkol), Penyu, Lumba-lumba.

Skema Rantai Makanan & Aliran Energi Laut

Aliran energi di dalam ekosistem laut berlangsung melalui proses makan dan dimakan yang membentuk rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Energi matahari diikat oleh produsen melalui fotosintesis dan diteruskan ke tingkat trofik yang lebih tinggi.

β˜€οΈ

Energi Matahari & Nutrisi Abiotik

βž”
🌿

FITOPLANKTON
(Produsen Utama)

βž”
🦐

ZOOPLANKTON
(Konsumen I)

βž”
🐟

IKAN PELAGIS KECIL
(Konsumen II - Kembung)

βž”
🦈

IKAN PREDATOR
(Konsumen Puncak - Tuna)

πŸ¦€ Siklus Bahan Organik ke Dasar Laut
Ikan Demersal & Dekomposer Bentik

Bangkai biota, kotoran, dan sisa bahan organik jatuh ke dasar laut sebagai salju laut (marine snow) yang dimakan oleh ikan demersal (kakap, kerapu) dan dirombak tuntas oleh bakteri dekomposer menjadi zat hara penyubur perairan.

πŸ›’οΈ

Kasus: Tumpahan Minyak (Oil Spill)

Kecelakaan & Pembuangan Got Mesin

Penyebab: Kebocoran tangki bahan bakar, kecelakaan tubrukan kapal, atau pembuangan limbah sisa operasional kamar mesin tanpa OWS.

  • Dampak Abiotik: Lapisan minyak menutup permukaan air, menghalangi penetrasi cahaya matahari dan laju difusi oksigen.
  • Dampak Biotik: Fitoplankton mati karena gagal fotosintesis, menyebabkan kelaparan masal pada zooplankton dan migrasi paksa populasi ikan.
🧴

Kasus: Sampah Plastik & Sampah Kapal

Pembuangan Tanpa Pemilahan

Penyebab: Pembuangan sampah padat dari atas kapal ke laut tanpa melalui pemilahan dan daur ulang.

  • Dampak Biotik: Mikroplastik tertelan oleh zooplankton dan ikan kecil, terakumulasi secara biomagnifikasi hingga masuk ke tubuh manusia saat mengonsumsi ikan.
  • Kerusakan Habitat: Menjerat penyu dan merusak terumbu karang dasar laut.
βš“

Prosedur Preventif Pelaut NKN (Sesuai Regulasi MARPOL)

Setiap calon perwira/ABK kapal wajib menerapkan prinsip Zero Garbage Discharge untuk plastik (MARPOL Annex V), menggunakan fasilitas Oil Water Separator (OWS) dengan batas 15 PPM sebelum membuang air got mesin (MARPOL Annex I), serta selalu menjaga agar operasional kapal tidak merusak komponen abiotik perairan.

🌊 Laboratorium Virtual Maritim

Simulasi FIFO: Interaksi Lingkungan & Organisme

Eksperimen langsung dengan memanipulasi faktor abiotik (cahaya, suhu, salinitas, kedalaman) dan gangguan kapal untuk melihat respon jaring makanan secara real-time.

πŸ“‘ Telemetri Sensor Abiotik Laut:
Kedalaman: 50 m Tekanan: 6.0 ATM Suhu: 28.0Β°C Salinitas: 34.0 PSU DO Oksigen: 7.5 mg/L
πŸ“Œ Skenario Cepat Modul:
🌿 Fitoplankton
🦐 Zooplankton
🐟 Ikan Pelagis
🐑 Ikan Demersal
πŸ¦€ Dekomposer & Bentos
πŸ“ˆ Grafik Dinamika Kerapatan Populasi Relatif (%)
β–  Fitoplankton β–  Zooplankton β–  Ikan Pelagis β–  Ikan Demersal β–  Dekomposer/Bentos

Kontrol Faktor Abiotik & Kapal

β˜€οΈ Penetrasi Cahaya 90%
🌑️ Suhu Air Laut 28.0°C
πŸ§‚ Salinitas Laut 34.0 PSU
🧭 Kedalaman (0-1500m) 50 m (6.0 ATM)
πŸ›’οΈ Tumpahan Minyak (Oil Spill) 0%
🧴 Sampah Plastik / Mikroplastik 5%
🎣 Penangkapan Ikan (Pelagis/Demersal) 20%
πŸ›‘οΈ Prosedur Preventif MARPOL Pelaut:

Piramida Biomassa Ekologi Bahari

Predator (Tuna/Hiu)
Pelagis & Demersal
Zooplankton (Herbivora)
Fitoplankton (Produsen)

πŸ’» Terminal Analisis Saintifik & Log Operasional Laut

Status: Real-Time Listening
πŸ“ Evaluasi Pemahaman Kompetensi

Kuis Ekosistem Laut & Regulasi MARPOL

Kerjakan 10 soal HOTS berbasis materi silabus keahlian pelayaran, aliran energi rantai makanan, dan studi kasus operasional kapal.

Soal 1 dari 10 Komponen Biotik & Abiotik

Memuat pertanyaan kuis...

Daftar Nomor Soal:
πŸ† Evaluasi & Pengakuan Prestasi

Hasil Evaluasi Belajar Murid

Pencapaian kompetensi, analisis pemahaman materi, serta sertifikat resmi SMK Negeri 1 Mundu.

Skor Akhir Kuis
0
Belum Mengerjakan

Kadet Pembelajar Bahari

Kerjakan kuis terlebih dahulu untuk mengukur ketercapaian kompetensi projek IPAS murid.

Rekomendasi Guru Pembimbing:

Silakan selesaikan kuis untuk menampilkan analisis capaian per indikator.

Komponen Biotik & Abiotik 0% (0/2)
Zona Kedalaman & Tekanan Fisik 0% (0/3)
Aliran Energi & Kaskade Trofik 0% (0/1)
Dampak Gangguan (Minyak & Plastik) 0% (0/2)
Prosedur Preventif MARPOL Pelaut NKN 0% (0/2)

SMK NEGERI 1 MUNDU CIREBON

KOMPETENSI KEAHLIAN NAUTIKA KAPAL NIAGA (NKN)

SERTIFIKAT KOMPETENSI EKOSISTEM LAUT & LINGKUNGANNYA

Diberikan dengan bangga kepada murid:

Muhammad Rizky

Kelas X NKN 1

NIS: 20261001

Telah menyelesaikan seluruh rangkaian penjelajahan modul, observasi simulasi FIFO (komponen biotik-abiotik, zona kedalaman, dan aliran energi), serta evaluasi kasus kemaritiman pada media pembelajaran β€œMarine EcoSim: Dinamika Ekosistem Laut & Lingkungannya”.

Nilai Kinerja Evaluasi 100
πŸ’‘ Kesadaran Diri & Komitmen Bahari

Refleksi Belajar & Ikrar Perwira Laut

Kerjakan latihan rekapitulasi mandiri dari modul Projek IPAS dan formulasikan ikrar nyata murid sebagai calon Perwira Kapal Niaga.

1. Evaluasi Diri Pemahaman Konsep (Skala 1 - 5)

Pilih angka yang paling menggambarkan keyakinan dan pemahaman murid (1: Sangat Tidak Setuju, 5: Sangat Setuju).

Saya mampu membedakan peran komponen biotik (fitoplankton, zooplankton, pelagis, demersal, dekomposer).
Saya memahami karakteristik fisika Zona Fotik, Zona Remang (termoklin), dan Zona Afotik (tekanan tinggi).
Saya menyadari bahaya tumpahan minyak bunker dan biomagnifikasi mikroplastik sampah kapal.
Saya bertekad menegakkan prinsip Zero Garbage Discharge dan operasional OWS 15 PPM sesuai regulasi MARPOL.

2. Latihan Rekapitulasi Mandiri & Ikrar Bahari (Sesuai Silabus Modul)