Komponen & Zonasi
Pelajari komponen biotik, abiotik, dan karakteristik Zona Fotik, Remang, hingga Afotik.
Simulasi FIFO
Manipulasi faktor cahaya, suhu, salinitas, kedalaman, dan uji coba dampak tumpahan minyak.
Kuis Kasus HOTS
10 soal analisis kasus rantai makanan, biomagnifikasi mikroplastik, dan regulasi MARPOL.
Ikrar Pelaut NKN
Kerjakan latihan mandiri dan rumuskan komitmen pelaut peduli kelestarian laut.
Relevansi Vokasi Nautika Kapal Niaga (NKN)
Keterkaitan Keahlian Pelayaran dengan Ekologi Lautan Indonesia
Sebagian besar aktivitas penangkapan ikan komersial dan jalur transportasi kapal niaga beroperasi di Zona Fotik (Epipelagis). Pemahaman mengenai suhu permukaan, penetrasi cahaya, salinitas, dan arus di zona ini sangat penting bagi murid NKN untuk menentukan rute pelayaran efisien serta mengidentifikasi zona potensi ikan tangkapan (fishing ground), sekaligus menegakkan prosedur pencegahan pencemaran sesuai standar MARPOL 73/78.
Tujuan Pembelajaran Murid
Capaian Pembelajaran (CP) Projek IPAS Kemaritiman Kelas X Nautika Kapal Niaga SMK Negeri 1 Mundu.
Rumusan Capaian Tujuan Pembelajaran:
βMurid mampu mengidentifikasi komponen biotik (fitoplankton, zooplankton, ikan pelagis, demersal) dan abiotik (cahaya, suhu, salinitas, kedalaman) pada ekosistem laut dan mampu menganalisis pola aliran energi dan interaksi jaring-jaring makanan laut akibat perubahan kondisi abiotik.β
Identifikasi Komponen Biotik & Abiotik
Murid mampu mengidentifikasi komponen biotik (fitoplankton, zooplankton, ikan pelagis kecil & predator, ikan demersal, dekomposer) dan abiotik (penetrasi cahaya, suhu air laut, salinitas, kedalaman & tekanan, arus & gelombang).
Distribusi Biota pada Zona Kedalaman
Murid mampu memetakan persebaran biota pada Zona Fotik (Epipelagis, 0β200m), Zona Remang (Mesipelagis, 200β1.000m), dan Zona Afotik (Batipelagis, >1.000m) serta menghubungkannya dengan tekanan hidrostatik (+1 atm tiap 10m).
Pola Aliran Energi & Jaring Makanan
Murid mampu menganalisis proses transfer energi matahari melalui fotosintesis fitoplankton hingga ke ikan pelagis, ikan demersal, predator puncak, dan dekomposer dasar laut serta memprediksi dampak kaskade trofik.
Prosedur Preventif MARPOL Pelaut NKN
Murid mampu mengevaluasi dampak tumpahan minyak dan sampah plastik kapal terhadap rantai makanan serta menerapkan regulasi MARPOL (Zero Garbage Discharge dan OWS 15 PPM).
πΊοΈ Alur 5 Langkah Belajar Mandiri Murid
Pelajari Materi
Pahami komponen biotik, abiotik, dan zonasi kedalaman laut.
Simulasi FIFO
Eksperimen pengaruh cahaya, suhu, salinitas & kedalaman.
Uji Kuis HOTS
Uji penguasaan kasus kemaritiman & regulasi MARPOL.
Lihat Hasil
Klaim sertifikat kompetensi resmi SMKN 1 Mundu.
Refleksi & Ikrar
Kerjakan latihan mandiri dan cetak piagam komitmen.
Makhluk Hidup dan Lingkungannya
Ekosistem Laut, Zona Kedalaman, dan Aliran Energi Bahari untuk Murid Kelas X Nautika Kapal Niaga.
1. Komponen Biotik (Makhluk Hidup)
Organisme penyusun rantai kehidupan bahari
Produsen utama berukuran mikroskopis yang melakukan fotosintesis di permukaan laut (menghasilkan >50% oksigen bumi).
Konsumen I (herbivora) yang memakan fitoplankton (contoh: copepod, krill).
Konsumen II yang memakan zooplankton (contoh: lemuru, kembung, teri).
Konsumen puncak / pemburu (contoh: tuna, tongkol, hiu).
Ikan yang hidup dan mencari makan di dekat dasar laut (contoh: kakap merah, kerapu, bawal).
Bakteri pengurai di dasar laut yang merombak sisa organik menjadi zat hara untuk didaur ulang kembali.
2. Komponen Abiotik (Faktor Lingkungan)
Kondisi fisik & kimiawi perairan bahari
Menentukan batas kemampuan fotosintesis fitoplankton. Tembus optimal hanya pada lapisan epipelagis (0β200 meter).
Mengatur laju metabolisme biota dan kadar Oksigen Terlarut (DO). Air dingin melarutkan lebih banyak O2 daripada air panas.
Kadar garam air laut yang memengaruhi tekanan osmotik sel tubuh organisme (normal berkisar 32β35 PSU).
Tekanan hidrostatik meningkat sebesar 1 ATM setiap penurunan kedalaman 10 meter.
Membawa nutrisi dan menentukan distribusi pergerakan biota serta schooling fish tangkapan nelayan.
Pilih Zona Kedalaman:
Sinar matahari maksimal, suhu hangat, DO tinggi.
Cahaya sangat redup, suhu termoklin 10Β°C β 4Β°C.
Gelap gulita, mendekati beku 0Β°C β 3Β°C, tekanan >100 ATM.
Bakteri pengurai, merombak organik menjadi hara.
Zona Fotik (Epipelagis) β’ Kedalaman 0 β 200 Meter
Karakteristik Fisik & Ekologis:
Sebagian besar aktivitas penangkapan ikan komersial dan jalur transportasi kapal niaga beroperasi di Zona Fotik (Epipelagis). Kelimpahan fitoplankton sebagai produsen primer fotosintetik menopang gerombolan ikan pelagis kecil (lemuru, kembung, teri) hingga predator puncak (tuna, tongkol, hiu) dan penyu.
Distribusi Biota Khas:
Fitoplankton, Zooplankton, Ikan Pelagis (Kembung, Lemuru, Tuna, Tongkol), Penyu, Lumba-lumba.
Skema Rantai Makanan & Aliran Energi Laut
Aliran energi di dalam ekosistem laut berlangsung melalui proses makan dan dimakan yang membentuk rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Energi matahari diikat oleh produsen melalui fotosintesis dan diteruskan ke tingkat trofik yang lebih tinggi.
Energi Matahari & Nutrisi Abiotik
FITOPLANKTON
(Produsen Utama)
ZOOPLANKTON
(Konsumen I)
IKAN PELAGIS KECIL
(Konsumen II - Kembung)
IKAN PREDATOR
(Konsumen Puncak - Tuna)
Bangkai biota, kotoran, dan sisa bahan organik jatuh ke dasar laut sebagai salju laut (marine snow) yang dimakan oleh ikan demersal (kakap, kerapu) dan dirombak tuntas oleh bakteri dekomposer menjadi zat hara penyubur perairan.
Kasus: Tumpahan Minyak (Oil Spill)
Kecelakaan & Pembuangan Got MesinPenyebab: Kebocoran tangki bahan bakar, kecelakaan tubrukan kapal, atau pembuangan limbah sisa operasional kamar mesin tanpa OWS.
- Dampak Abiotik: Lapisan minyak menutup permukaan air, menghalangi penetrasi cahaya matahari dan laju difusi oksigen.
- Dampak Biotik: Fitoplankton mati karena gagal fotosintesis, menyebabkan kelaparan masal pada zooplankton dan migrasi paksa populasi ikan.
Kasus: Sampah Plastik & Sampah Kapal
Pembuangan Tanpa PemilahanPenyebab: Pembuangan sampah padat dari atas kapal ke laut tanpa melalui pemilahan dan daur ulang.
- Dampak Biotik: Mikroplastik tertelan oleh zooplankton dan ikan kecil, terakumulasi secara biomagnifikasi hingga masuk ke tubuh manusia saat mengonsumsi ikan.
- Kerusakan Habitat: Menjerat penyu dan merusak terumbu karang dasar laut.
Prosedur Preventif Pelaut NKN (Sesuai Regulasi MARPOL)
Setiap calon perwira/ABK kapal wajib menerapkan prinsip Zero Garbage Discharge untuk plastik (MARPOL Annex V), menggunakan fasilitas Oil Water Separator (OWS) dengan batas 15 PPM sebelum membuang air got mesin (MARPOL Annex I), serta selalu menjaga agar operasional kapal tidak merusak komponen abiotik perairan.
Simulasi FIFO: Interaksi Lingkungan & Organisme
Eksperimen langsung dengan memanipulasi faktor abiotik (cahaya, suhu, salinitas, kedalaman) dan gangguan kapal untuk melihat respon jaring makanan secara real-time.
Kontrol Faktor Abiotik & Kapal
Piramida Biomassa Ekologi Bahari
π» Terminal Analisis Saintifik & Log Operasional Laut
Status: Real-Time ListeningKuis Ekosistem Laut & Regulasi MARPOL
Kerjakan 10 soal HOTS berbasis materi silabus keahlian pelayaran, aliran energi rantai makanan, dan studi kasus operasional kapal.
Memuat pertanyaan kuis...
Hasil Evaluasi Belajar Murid
Pencapaian kompetensi, analisis pemahaman materi, serta sertifikat resmi SMK Negeri 1 Mundu.
Kadet Pembelajar Bahari
Kerjakan kuis terlebih dahulu untuk mengukur ketercapaian kompetensi projek IPAS murid.
Silakan selesaikan kuis untuk menampilkan analisis capaian per indikator.
SMK NEGERI 1 MUNDU CIREBON
KOMPETENSI KEAHLIAN NAUTIKA KAPAL NIAGA (NKN)
SERTIFIKAT KOMPETENSI EKOSISTEM LAUT & LINGKUNGANNYA
Diberikan dengan bangga kepada murid:
Muhammad Rizky
Kelas X NKN 1
NIS: 20261001
Telah menyelesaikan seluruh rangkaian penjelajahan modul, observasi simulasi FIFO (komponen biotik-abiotik, zona kedalaman, dan aliran energi), serta evaluasi kasus kemaritiman pada media pembelajaran βMarine EcoSim: Dinamika Ekosistem Laut & Lingkungannyaβ.
Refleksi Belajar & Ikrar Perwira Laut
Kerjakan latihan rekapitulasi mandiri dari modul Projek IPAS dan formulasikan ikrar nyata murid sebagai calon Perwira Kapal Niaga.
1. Evaluasi Diri Pemahaman Konsep (Skala 1 - 5)
Pilih angka yang paling menggambarkan keyakinan dan pemahaman murid (1: Sangat Tidak Setuju, 5: Sangat Setuju).