Selamat datang, murid kelas X Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) SMK Negeri 1 Mundu. Jadilah calon perwira kapal yang menguasai teknologi penangkapan ikan berwawasan lingkungan sesuai pedoman FAO CCRF dan regulasi maritim Indonesia!
7
Indikator Ramah Lingkungan
5+
Alat Tangkap Unggulan
3
Skenario Lapangan WPPNRI
10
Uji Soal HOTS Interaktif
โ
Kompetensi NKPI Mundu
Menyiapkan murid menjadi perwira navigasi kapal penangkap ikan yang terampil, berintegritas, serta berpegang teguh pada keselamatan laut dan keberlanjutan sumber daya ikan.
๐
Prinsip CCRF FAO 1995
Menerapkan Code of Conduct for Responsible Fisheries untuk memastikan alat dan metode tangkap selektif, menekan *bycatch*, serta mencegah bahaya *ghost fishing*.
๐
Kepatuhan Hukum Maritim
Memahami batas jalur penangkapan ikan (Jalur I, II, III), Permen KP No. 36 Tahun 2023, serta larangan tegas terhadap praktik penangkapan yang merusak ekosistem perairan.
๐บ๏ธ Alur Pembelajaran Interaktif Murid
1. ๐ฏ
Tujuan Belajar
Capaian & Pemantik
2. ๐
Eksplorasi Materi
Alat, Ciri & Simulasi
3. ๐งญ
Studi Kasus
Simulasi Nakhoda
4. ๐
Uji Kuis
10 Soal Berbobot
5. ๐
Hasil & Sertifikat
Skor & Piagam
6. ๐ก
Refleksi Murid
Jurnal Komitmen
๐ฏ
Tujuan Pembelajaran & Kompetensi
Kelas X Fase E | Tata Laksana Perikanan yang Bertanggung Jawab (CCRF)
Halaman ini memuat sasaran utama yang harus dikuasai oleh murid SMK Negeri 1 Mundu setelah mempelajari modul interaktif ini.
Tujuan Utama 1Kognitif & Analisis
Ruang Lingkup Alat Tangkap Ramah Lingkungan
Murid mampu menjelaskan pengertian, kriteria, prinsip CCRF, tingkat selektivitas ukuran mata jaring/kail, serta jenis-jenis alat tangkap yang diizinkan dan direkomendasikan secara tepat.
โ Menjelaskan 7 indikator alat tangkap ramah lingkungan.
โ Mengidentifikasi konstruksi dan cara kerja 5 alat tangkap selektif.
โ Memahami korelasi antara metode pengoperasian dan kelestarian laut.
Tujuan Utama 2Evaluasi & Solusi
Dampak Penggunaan Alat Tangkap yang Merusak
Murid mampu menganalisis secara kritis akibat buruk dari *destructive fishing*, tingginya *bycatch* satwa terancam punah, ancaman *discard*, kerusakan terumbu karang, dan bahaya maut *ghost fishing*.
โ Menganalisis kehancuran terumbu karang akibat bom dan racun potasium.
โ Mengidentifikasi risiko pukat harimau / trawl tanpa kelengkapan pemisah.
โ Memberikan alternatif alat tangkap pengganti yang bertanggung jawab.
๐ Indikator Ketercapaian Pembelajaran Murid (IKTP)
Level Kognitif
Indikator yang Harus Dicapai Murid
Bentuk Bukti Belajar
C1 - C2 (Mengingat & Memahami)
Murid mampu menjelaskan pengertian alat tangkap ramah lingkungan, selektivitas, bycatch, discard, dan ghost fishing.
Kuis Pilihan Ganda & Penjelasan Konsep
C3 (Menerapkan)
Murid mampu mengidentifikasi karakteristik dan mengelompokkan alat tangkap berdasarkan prinsip operasinya.
Simulasi Interaktif & Klasifikasi Alat
C4 - C5 (Menganalisis & Mengevaluasi)
Murid mampu menganalisis dampak alat tangkap terhadap habitat dan memecahkan dilema nakhoda pada kasus nyata.
Studi Kasus Nakhoda Kapal WPPNRI
C6 (Mencipta / Merefleksi)
Murid mampu merumuskan komitmen dan kartu rekomendasi penggunaan alat tangkap bertanggung jawab di kapal.
Jurnal Refleksi & Sertifikat Perwira
โ Pertanyaan Pemantik untuk Murid
Klik setiap kartu untuk membuka analisis kritis nakhoda!
4 Pertanyaan Kritis
1. Mengapa nelayan tidak boleh hanya mengejar jumlah tangkapan sebanyak-banyaknya?โผ
Jika nelayan hanya memprioritaskan tonase tanpa peduli ukuran ikan dan musim tangkap, stok ikan dewasa yang bertelur (*spawning stock*) akan habis. Terjadi growth overfishing dan recruitment overfishing, sehingga dalam beberapa tahun kemudian laut menjadi tandus dan mata pencaharian nelayan runtuh.
2. Jika jaring menangkap ribuan ikan kecil, apakah itu efisien atau bencana masa depan?โผ
Itu adalah bencana ekologis dan kerugian ekonomi! Ikan kecil yang belum sempat memijah dijual dengan harga sangat murah (ikan rucah). Bila dibiarkan hidup beberapa bulan, bobot dan nilainya dapat berlipat ganda hingga puluhan kali serta menghasilkan keturunan baru.
3. Apa rahasia pancing ulur dan bubu tradisional tetap lestari selama ratusan tahun?โผ
Keduanya memiliki tingkat kontak dasar yang minim dan selektivitas tinggi. Pancing ulur menargetkan ikan satu per satu melalui ukuran kail tertentu, sementara bubu modern dapat dipasangi celah pelolos (*escape vent*) agar ikan kecil dan kepiting muda dapat berenang keluar dengan bebas.
4. Bagaimana "Ghost Fishing" bisa membunuh ikan tanpa pernah dimakan manusia?โผ
Jaring nilon sintetis yang putus atau dibuang tidak akan membusuk hingga ratusan tahun. Jaring ini tetap mengapung atau terikat di karang, menjerat ikan, penyu, dan lumba-lumba. Ikan yang mati menjadi umpan yang memancing predator lain masuk dan ikut terjerat dalam siklus kematian sia-sia tanpa akhir.
Submateri 3.1: Konsep Dasar Maritim
Pengertian Alat Tangkap Ramah Lingkungan
Menurut panduan FAO (Food and Agriculture Organization) dan regulasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), alat tangkap ramah lingkungan adalah alat penangkapan ikan yang dirancang dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga meminimalkan dampak negatif terhadap sumber daya ikan, organisme non-target, habitat dasar perairan, dan keutuhan ekosistem laut, sekaligus menghasilkan tangkapan bermutu tinggi dan bernilai ekonomi optimal bagi nelayan.
๐ก
Prinsip Emas FAO untuk Murid NKPI:
"Kelestarian laut bukan semata-mata ditentukan oleh jenis alatnya, melainkan bagaimana nakhoda dan ABK mengoperasikannya!" Alat tangkap yang ramah lingkungan dapat berubah menjadi merusak jika digunakan di lokasi terlarang, ukuran mata jaring diubah menjadi terlalu sempit, atau dibiarkan hanyut di perairan.
โ๏ธ 10 Faktor Penentu Ramah Lingkungan Suatu Alat Tangkap
Murid NKPI harus memeriksa sepuluh variabel ini saat merencanakan pelayaran penangkapan:
1. Desain Alat
Konstruksi hidrodinamis & aman biota
2. Mata Jaring
Ukuran mesh size lolos anakan
3. Ukuran Kail
Circle hook selektif target
4. Lokasi Operasi
Hindari zona suaka & karang
5. Kedalaman
Sesuai kolom air target
6. Lama Rendam
Soak time terkontrol agar segar
7. Cara Pasang
Tidak meremukkan substrat
8. Cara Tarik
Hauling hati-hati minim luka
9. Musim Tangkap
Hindari puncak musim kawin/telur
10. Taat Hukum
Patuh zonasi WPPNRI & KKP
Submateri 3.2: 7 Indikator Evaluasi
Tujuh Indikator Alat Tangkap Ramah Lingkungan
Murid kelas X NKPI dapat menggunakan 7 indikator standar FAO dan KKP berikut sebagai acuan analisis kelayakan alat tangkap:
1
Selektivitas Tinggi
Alat mampu menangkap spesies target yang diinginkan dan berukuran layak tangkap, serta membiarkan spesies lain lolos.
2
Bycatch Rendah
Sangat sedikit menangkap organisme non-target, terutama satwa dilindungi (penyu, mamalia laut, hiu, burung laut).
3
Menyelamatkan Ikan Kecil
Ukuran mata jaring atau celah pelolos memungkinkan anakan ikan (juvenil) lolos untuk tumbuh dan memijah.
4
Tidak Merusak Habitat
Tidak mengeruk atau menghancurkan terumbu karang, padang lamun, dan bentos dasar perairan saat dioperasikan.
5
Minim Risiko Ghost Fishing
Bila alat hilang di laut, risiko alat tersebut terus membunuh ikan secara liar sangat rendah atau menggunakan bahan mudah terurai.
6
Mutu Ikan Prima
Ikan tidak tertindih atau luka parah sehingga nilai kesegaran tinggi, higienis, dan menghasilkan harga jual maksimal.
7
Kepatuhan Hukum & Aman ABK
Sesuai dengan Permen KP No. 36 Tahun 2023, memiliki surat izin penangkapan ikan (SIPI), serta tidak membahayakan keselamatan nakhoda dan awak kapal di laut.
Submateri 3.3: Objek Kajian Vokasi NKPI
5 Alat Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan
Klik masing-masing alat tangkap untuk mempelajari prinsip kerja, kelebihan, dan aspek operasional yang harus diperhatikan oleh murid saat bertugas di kapal:
๐ฃ Pancing Ulur (Handline)
Selektivitas Sangat Tinggi
Prinsip Kerja: Menggunakan tali tunggal berujung mata kail dan umpan (alami atau buatan) yang diturunkan ke kolom perairan tertentu. Ikan terpancing satu demi satu.
โ Keunggulan Lingkungan:
Selektivitas ukuran sangat mudah diatur melalui nomor mata kail dan jenis umpan.
Kontak dengan dasar perairan sangat minim (karang tidak rusak).
Kualitas daging ikan paling prima (ikan hidup saat ditarik ke palka).
Tidak berpotensi menimbulkan *ghost fishing* massal.
โ ๏ธ Hal yang Wajib Diperhatikan Murid:
Pilih ukuran kail sesuai target agar anak ikan tidak tertelan.
Waspadai bycatch penyu atau hiu kecil; siapkan alat pemotong tali/pelepas kail (*de-hooker*).
Operasikan sesuai zona kedalaman yang dituju (pelagis atau demersal).
Submateri 3.4: Laboratorium Virtual Murid
Simulasi Interaktif: Selektivitas Ukuran Mata Jaring
Geser ukuran mata jaring (mesh size) di bawah ini untuk melihat bagaimana ikan kecil dapat lolos melarikan diri, sementara ikan dewasa tertangkap secara selektif!
โ ๏ธ Selektivitas Sedang (Perbatasan)
๐ Arah Arus & Renang Ikan โ
Ikan Target Tertangkap
12 Ekor
Anakan Ikan Lolos
18 Ekor (60%)
Bycatch Non-Target
2 Ekor
Indeks Kelestarian
75% (Cukup)
Pada mata jaring 2.5 inci, sebagian anakan ikan dapat meloloskan diri, namun masih ada potensi ikan muda tersangkut di lipatan jaring. Disarankan menggunakan ukuran โฅ 3.5 inci untuk perikanan pelagis dewasa.
Submateri 3.5: Praktik Ilegal & Dampak Kerusakan
Praktik Penangkapan yang Merusak (Destructive Fishing)
Sebagai calon perwira laut NKPI, murid harus memahami mengapa praktik di bawah ini dilarang keras secara nasional maupun internasional:
๐ฃ
Bahan Peledak (Bom Ikan)
Tindak Pidana Berat UU Perikanan
Menggunakan dinamit atau pupuk amonium nitrat untuk menghasilkan gelombang kejut yang memecahkan gelembung renang ikan.
Dampak Hancur: 1 ledakan bom kecil menghancurkan karang radius 5 meter yang membutuhkan waktu 30-50 tahun untuk pulih. Membunuh seluruh telur, benih, dan plankton.
๐งช
Racun Kimia (Sianida/Potas)
Merusak Terumbu Karang Akut
Menyemprotkan larutan racun ke celah karang untuk melumpuhkan ikan hias atau ikan konsumsi bernilai tinggi (kerapu/kakap).
Dampak Hancur: Karang mengalami pemutihan (*coral bleaching*) dan mati permanen. Residu sianida tertimbun dalam rantai makanan laut.
๐
Pukat Hela Dasar (Bottom Trawl Liar)
Dilarang di Zona Dangkal
Jaring kantong besar yang ditarik kapal dengan papan pembuka (*otter board*) berat yang menggaruk dasar samudra.
Dampak Hancur: Mengikis padang lamun, meratakan spons laut, serta menghasilkan 60-80% tangkapan sampingan terbuang sia-sia (*discards*).
๐ป
Jaring Hantu (Ghost Fishing)
Pembunuh Senyap Tanpa Henti
Alat tangkap jaring atau bubu yang hilang, putus, atau sengaja dibuang oleh nelayan yang tidak bertanggung jawab.
Dampak Hancur: Tetap menjerat ikan dan penyu secara otomatis selama ratusan tahun karena serat nilon sintetis tidak membusuk.
Submateri 3.6: Matriks Komparasi & Ketentuan KKP
Tabel Perbandingan Ramah Lingkungan vs Berisiko Merusak
Ringkasan komparasi komprehensif bagi murid NKPI SMK Negeri 1 Mundu untuk pengambilan keputusan operasional kapal:
Aspek Penangkapan
Alat Ramah Lingkungan
Alat Berisiko Merusak
Target Tangkapan
Fokus pada jenis & ukuran spesifik
Menangkap sembarangan segala biota
Selektivitas
Tinggi (ukuran mata kail/jaring diatur)
Sangat rendah / tanpa seleksi
Tangkapan Sampingan (Bycatch)
Rendah, dilengkapi alat pelolos ETP
Tinggi (banyak penyu, hiu, lumba-lumba mati)
Perlindungan Ikan Kecil
Anakan lolos hidup untuk memijah
Anakan tersapu habis menjadi rucah
Dampak ke Dasar Laut
Kontak diminimalkan / tanpa kerusakan
Mengikis karang & padang lamun
Potensi Ghost Fishing
Rendah, pakai panel biodegradabel
Tinggi, membunuh ikan bertahun-tahun
Kualitas Hasil Tangkapan
Ikan segar, utuh, nilai jual tinggi
Ikan memar, hancur, cepat busuk
Kepatuhan Hukum
Diizinkan regulasi KKP & CCRF FAO
Ilegal, sanksi denda miliaran & kurungan
โ๏ธ
Regulasi Maritim KKP Terkini (Permen KP No. 36 Tahun 2023)
Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Zonasi Penangkapan Ikan Terukur (PIT) pada Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI). Murid NKPI wajib memahami penempatan alat tangkap berdasarkan jalur penangkapan:
Jalur I (0-4 mil laut, khusus nelayan kecil/tradisional), Jalur II (4-12 mil laut), dan Jalur III (di atas 12 mil laut hingga ZEEI).
๐งญ
Studi Kasus Lapangan: "Keputusan Nakhoda Muda Mundu"
Simulasi Pemecahan Masalah Nyata Calon Perwira Kapal Perikanan NKPI
Dalam simulasi ini, murid berperan sebagai Calon Perwira Kapal Penangkap Ikan SMK Negeri 1 Mundu yang bertugas di atas kapal. Pilihlah keputusan operasional yang paling tepat berdasarkan prinsip kelestarian laut dan regulasi maritim!
Kasus 1: WPPNRI 712 Laut Jawa (Pesisir Pantura Mundu)Belum Diselesaikan
Dilema Ukuran Mata Jaring pada Musim Ikan Kembung
Kapal latih KM Samudera Mundu sedang beroperasi di perairan pantai Cirebon. Kepala Kamar Mesin dan beberapa ABK mengusulkan untuk mengganti jaring insang lingkar yang berukuran 3 inci dengan jaring berkantong mata sempit 1 inci agar semua ikan kembung anakan dan udang kecil dapat terjaring habis demi mengejar target tonase lelang hari ini.
Tantangan untuk Murid:
Sebagai calon perwira navigasi kapal, apa keputusan dan instruksi kerja yang murid ambil?
Kasus 2: Samudera Hindia (WPPNRI 573)Belum Diselesaikan
Mitigasi Bycatch Penyu pada Armada Rawai Tuna (Longline)
Saat kapal rawai tuna murid melakukan *hauling* (penarikan tali utama), ditemukan dua ekor penyu lekang dan seekor burung laut tersangkut kail J-hook konvensional. Kondisi penyu masih bergerak lemah dan kail tersangkut di bibirnya.
Tantangan untuk Murid:
Tindakan operasional dan modifikasi alat apa yang murid perintahkan untuk mencegah kejadian serupa di setting berikutnya?
Kasus 3: Perairan Karang (WPPNRI 711)Belum Diselesaikan
Teknologi Anti-Ghost Fishing pada Bubu Laut Dalam
Kapal murid menyebarkan 40 unit bubu perangkap ikan di perairan dekat terumbu karang. Saat terjadi badai dan arus kencang, 5 unit tali pelampung bubu putus dan hilang di dasar laut tanpa bisa dilacak kembali.
Tantangan untuk Murid:
Bagaimana desain bubu ramah lingkungan yang murid terapkan agar bubu yang hilang tersebut tidak menjadi perangkap maut abadi (*ghost fishing*)?
๐
Uji Kompetensi Murid NKPI
10 Soal HOTS Interaktif | Standar Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran
โฑ๏ธ00:00
Soal 1 dari 10
CCRF FAOLevel HOTS
Memuat pertanyaan...
NAVIGASI NOMOR SOAL:Klik nomor untuk melompat
๐
Hasil Evaluasi Belajar Murid
Modul Pembelajaran Alat Tangkap Ramah Lingkungan | SMK Negeri 1 Mundu
Skor Nilai
0
Skala 100
Predikat Kelulusan
Kompeten
KKTP: 75
Akurasi Jawaban
0 / 10
Soal HOTS Benar
"Luar biasa! Teruslah mengasah pengetahuan nautika dan penangkapan ikan ramah lingkungan demi masa depan laut Indonesia yang makmur."
โ
SMK NEGERI 1 MUNDU CIREBON
PROGRAM KEAHLIAN NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN (NKPI)
SERTIFIKAT KOMPETENSI MARITIM MUDA
Diberikan secara resmi kepada murid berprestasi:
Murid NKPI
Telah menyelesaikan dan menguasai seluruh materi serta evaluasi interaktif pada topik pembelajaran:
"ALAT TANGKAP RAMAH LINGKUNGAN (CCRF FAO & PERMEN KP 36/2023)"
dengan nilai evaluasi akhir: 90/100
Tanggal Terbit:
30 September 2026
Status Validasi:
Terverifikasi Sistem Virtual NKPI
๐ก
Jurnal Refleksi Taruna / Murid NKPI
Model Refleksi 3-2-1 Pembelajaran Mendalam (Meaningful Learning)
Sebagai calon perwira laut yang bertakwa dan berintegritas, tuangkan pemikiran serta komitmen pribadi murid dalam menjaga kelestarian laut Nusantara.
Sangat Paham & Bermanfaat
Contoh: Perbedaan bycatch dan discard, cara kerja circle hook, dan bahaya ghost fishing.
Contoh: Memeriksa ukuran mata jaring sebelum melaut dan tidak membuang potongan tali jaring ke perairan.
Contoh: Bagaimana teknologi sonar modern dapat membedakan ukuran gerombolan ikan di bawah kapal?
โ Jurnal refleksi murid telah berhasil disimpan secara lokal!
๐ Lembar Catatan Refleksi Murid NKPI SMK Negeri 1 Mundu