SMK NEGERI 1 MUNDU CIREBONPAI & Budi Pekerti โข Kelas XI NKPI
โ
Murid NKPI:Murid Bahari
PAI & BUDI PEKERTI โข FASE F KELAS XI NKPI
Membiasakan Berfikir Kritis dan Semangat Mencintai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Wahana pembelajaran interaktif bagi murid Kelas XI Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) SMK Negeri 1 Mundu Cirebon untuk meneladani karakter Ulil Albab: mengintegrasikan dzikir kepada Allah SWT dengan kecakapan berpikir kritis, sains maritim, dan penguasaan IPTEK di samudera kehidupan.
Guru Pengampu PAI
"
"Ahlan wa Sahlan para calon nakhoda dan perwira kapal muslim NKPI SMKN 1 Mundu! Jadilah pelaut tangguh yang memadukan keimanan tauhid dengan akal kritis serta keunggulan teknologi."
Guru PAI & Budi PekertiSMK Negeri 1 Mundu Cirebon
โ
Program Keahlian
Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI)
๐
Dalil Utama
QS Ali 'Imran: 190-191 & Hadis Nabi SAW
๐ง
Kompetensi Inti
Berpikir Kritis, Sains & Karakter Ulil Albab
๐
Progres Belajar Murid
15% (Eksplorasi)
4 Pilar Belajar Murid Bahari
Struktur pembelajaran terpadu untuk membentuk kepribadian maritim yang beriman, cerdas, dan melek teknologi.
Pilar 1
๐
Tilawah & Pemahaman Dalil
Membaca tartil QS Ali 'Imran 190-191 dengan hukum tajwid, asbabun nuzul, dan hadis tentang berfikir kritis.
Pelajari Ayat โ
Pilar 2
๐ค
Kecakapan Presentasi
Panduan bagi murid dalam mempresentasikan dalil Al-Qur'an secara ilmiah, logis, dan percaya diri.
Simak Panduan โ
Pilar 3
๐งญ
Simulasi Sains Maritim
Laboratorium interaktif fenomena pergantian siang-malam, astronomi navigasi kapal, dan studi kasus IPTEK.
Buka Simulator โ
Pilar 4
๐
Evaluasi & Refleksi
Uji pemahaman HOTS, dapatkan sertifikat resmi belajar murid, dan tuliskan komitmen pribadi pelaut beriman.
Mulai Uji Diri โ
Integrasi Kejuruan NKPI
Mengapa Berpikir Kritis & Cinta IPTEK Mutlak bagi Murid NKPI?
Di tengah lautan luas, seorang pelaut dan calon nakhoda kapal penangkap ikan berhadapan langsung dengan kebesaran ciptaan Allah: langit berbintang, samudera berombak, arah angin, dan pergantian waktu. Membaca navigasi bintang, mengoperasikan radar, GPS, dan echo sounder modern adalah implementasi nyata dari perintah agama untuk berpikir kritis dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi demi keselamatan dan kebermanfaatan umat manusia.
๐ฐ๏ธ IPTEK: Pemanfaatan Teknologi Perkapalan Berkelanjutan
Beranda > Tujuan Pembelajaran
๐ฏ Tujuan Pembelajaran Murid
Capaian pembelajaran yang harus dikuasai oleh murid Kelas XI NKPI SMK Negeri 1 Mundu dalam materi Membiasakan Berfikir Kritis dan Semangat Mencintai IPTEK.
1
Aspek Membaca (Tilawah)
Membaca QS Ali 'Imran Ayat 190-191 & Hadis Terkait
Tujuan: Murid mampu membaca surat Ali 'Imran ayat 190-191 serta hadis tentang berfikir kritis dan semangat mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan tartil dan kaidah tajwid yang benar.
Indikator Ketercapaian Murid:
Murid mampu melafalkan setiap lafaz QS Ali 'Imran 190-191 dengan makhraj huruf yang fasih.
Murid mampu mengidentifikasi hukum tajwid (ghunnah, mad, idgham, alif lam syamsiyah/qamariyah, qalqalah).
Murid mampu membaca hadis riwayat At-Tirmidzi tentang orang cerdas/kritis dengan intonasi yang tepat.
2
Aspek Mempresentasikan
Mempresentasikan Pesan QS Ali 'Imran 190-191 & Hadis
Tujuan: Murid mampu mempresentasikan tentang QS Ali 'Imran ayat 190-191 serta hadis tentang berfikir kritis dan semangat mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga terbiasa membaca Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator Ketercapaian Murid:
Murid mampu menyajikan pesan utama ayat tentang karakter Ulil Albab secara runtut dan percaya diri.
Murid mampu mengaitkan asbabun nuzul ayat dengan pentingnya tadabbur alam semesta.
Murid terbiasa dan termotivasi mendawamkan tilawah Al-Qur'an sebelum dan sesudah kegiatan belajar maupun saat berdinas di kapal.
3
Aspek Akidah / Keimanan
Meyakini Berpikir Kritis & Cinta IPTEK Adalah Perintah Agama
Tujuan: Murid mampu meyakini dengan sepenuh hati bahwa berfikir kritis dan semangat mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) adalah kewajiban dan perintah agama Islam yang bernilai ibadah.
Indikator Ketercapaian Murid:
Murid meyakini bahwa akal adalah anugerah terbesar Allah yang wajib digunakan untuk meneliti dan memecahkan masalah.
Murid memandang aktivitas mempelajari sains, navigasi, dan teknologi kapal sebagai wujud ketaatan syar'i.
Murid menolak sikap taklid buta, malas berpikir, dan kebodohan.
Tujuan: Murid mampu membiasakan rasa ingin tahu, berfikir kritis, kreatif dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, merefleksikan terhadap kebesaran Allah SWT melalui fenomena alam, serta menerapkan sikap berfikir logis, ilmiah, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud keimanan kepada Allah SWT.
Indikator Ketercapaian Murid:
Murid peka dan kritis terhadap fenomena alam lautan, cuaca, dan tatanan kosmos sebagai bukti rububiyyah Allah SWT.
Murid kreatif dan adaptif memanfaatkan teknologi maritim terkini (digital nav, eco-friendly gear, radar).
Murid menerapkan prinsip tabayyun (verifikasi informasi ilmiah) dan etika moral dalam pemanfaatan IPTEK.
๐บ๏ธ Alur Perjalanan Belajar Murid (5 Langkah Menuju Ulil Albab)
Langkah 1
Eksplorasi Ayat & Hadis
Membaca dengan tartil, mengkaji tajwid interaktif, dan memahami asbabun nuzul.
Langkah 2
Kecakapan Presentasi
Menyusun gagasan ilmiah dan mempresentasikan dalil Al-Qur'an.
Langkah 3
Simulasi Sains Maritim
Menganalisis fenomena langit-laut dan memecahkan studi kasus kritis.
Langkah 4
Uji Kompetensi (Kuis)
Mengerjakan 10 soal HOTS dan mengevaluasi pemahaman materi.
Langkah 5
Refleksi & Komitmen
Mengukur sikap diri, menuliskan tekad ibadah, dan mencetak piagam.
Beranda > Materi Pembelajaran
๐ Khazanah Materi Pembelajaran
Kajian komprehensif QS Ali 'Imran: 190-191, Hadis Berpikir Kritis, Tajwid Interaktif, dan Integrasi Sains Kemaritiman NKPI.
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal (Ulil Albab)."
QS Ali 'Imran (3) : 191Karakter Ulil Albab: Dzikir & Pikir
Transliterasi Latin:
"Allaลผฤซna yaลผkurลซnallฤha qiyฤmaw wa qu'ลซdaw wa 'alฤ junลซbihim wa yatafakkarลซna fฤซ khalqis-samฤwฤti wal-arแธ, rabbanฤ mฤ khalaqta hฤลผฤ bฤแนญilฤ, sub-แธฅฤnaka fa qinฤ 'aลผฤban-nฤr(i)."
Artinya (Kemenag RI):
"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.'"
๐ก
Petunjuk Aktivitas Murid:
Klik setiap kata Arab berwarna di atas atau gunakan tombol tab "Tajwid Interaktif" untuk mempelajari hukum tajwid, sebab hukum, dan cara pengucapannya secara terperinci!
Eksplorasi Hukum Tajwid QS Ali 'Imran: 190-191
Pilih hukum tajwid di bawah ini untuk melihat contoh lafaz dalam ayat, penjelasan kaidah, dan cara membaca yang benar.
Ghunnah Musyaddadah
ุฅูููู (Inna) & ุงููููุงุฑู (An-Nฤr)
Sebab: Terdapat huruf Nun bertasydid (ูู) atau Mim bertasydid (ู ู). Cara Baca: Ditahan dan didengungkan selama 2 harakat (ketukan) di pangkal hidung (khaisyum).
Sebab: Alif lam (ุงู) bertemu salah satu huruf syamsiyah (seperti Sin ุณ, Lam ู, Nun ู). Huruf alif lam tidak dibaca melainkan di-idgham-kan (dileburkan) ke huruf berikutnya yang bertasydid.
Sebab: Mad thabi'i bertemu huruf hidup di akhir ayat/tempat waqaf. Cara Baca: Boleh dibaca 2, 4, atau 6 harakat (diutamakan 4 atau 6 harakat saat tartil).
Qalqalah (Sughra & Kubra)
ุฎูููููุชู (Khalaq-ta) & ุณูุจูุญูุงูููู vs ุงููุฃูููุจูุงุจู (Waqaf)
Sebab: Huruf qalqalah (ู ุท ุจ ุฌ ุฏ). Qalqalah Sughra pada Qaf sukun (ุฎูููููุชู) dan Ba sukun (ุณูุจูุญูุงูููู) di tengah kata dipantulkan ringan. Qalqalah Kubra pada huruf Ba di akhir ayat (ุงููุฃูููุจูุงุจู) dipantulkan lebih kuat saat waqaf.
Latar Belakang Turunnya Ayat (Asbabun Nuzul)
Dalam riwayat yang disampaikan oleh Ath-Thabrani dan Ibnu Hibban dari Ummul Mukminin Aisyah r.a., dikisahkan bahwa suatu malam Rasulullah SAW bangun untuk menunaikan shalat tahajjud. Ketika beliau sedang shalat, beliau menangis tersedu-sedu hingga air matanya membasahi janggut dan tempat sujudnya.
Ketika Bilal bin Rabah r.a. datang mengumandangkan adzan subuh, ia melihat Rasulullah SAW masih menangis. Bilal bertanya: "Wahai Rasulullah, mengapa engkau menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu dan yang akan datang?"
Rasulullah SAW menjawab: "Tidakkah patut aku menjadi hamba yang bersyukur? Malam ini telah turun kepadaku ayat yang agung, celakalah bagi orang yang membacanya namun tidak memikirkannya (tidak mentadabburinya): 'Inna fฤซ khalqis-samฤwฤti wal-arแธi wakhtilฤfil-laili wan-nahฤri la'ฤyฤtil li'ulil-albฤb...'"
Siapakah Karakter Ulil Albab Itu?
Kata Ulil Albab (ุฃููููู ุงููุฃูููุจูุงุจู) secara etimologi berasal dari kata al-lubb yang berarti "inti, sari pati, atau akal murni yang bebas dari hawa nafsu". Menurut tafsir para ulama (seperti Ibnu Katsir dan Al-Maraghi), Ulil Albab memiliki dua sayap utama yang tak terpisahkan:
๐คฒ
1. Sayap Dzikir (Spiritual / Qalbu)
"Allaลผฤซna yaลผkurลซnallฤha qiyฤmaw wa qu'ลซdaw wa 'alฤ junลซbihim..."
Selalu mengingat Allah dalam segala situasi: saat berdiri tegap (misalnya saat nakhoda bertugas di anjungan kapal), saat duduk (mengoperasikan sistem radar navigasi), maupun saat berbaring istirahat di kabin. Hatinya senantiasa tersambung dengan Sang Khalik.
๐ฌ
2. Sayap Pikir (Intelektual / Sains & IPTEK)
"Wa yatafakkarลซna fฤซ khalqis-samฤwฤti wal-arแธ..."
Menggunakan akal secara kritis dan ilmiah untuk meneliti alam semesta: rotasi bumi, arus laut, arah angin, formasi bintang, dan hukum fisika. Dari penyelidikan inilah lahir teknologi, keselamatan pelayaran, dan kekaguman takjub seraya berucap: "Rabbanฤ mฤ khalaqta hฤลผฤ bฤแนญilฤ!" (Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini sia-sia).
Hadis 1: Definisi Manusia Kritis & CerdasHR. At-Tirmidzi (No. 2459) - Hadis Hasan
Terjemahan:
Dari Abu Ya'la Syaddad bin Aus r.a., dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Orang yang cerdas (berpikir kritis dan berpandangan jauh ke depan) adalah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian; sedangkan orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya dan hanya berangan-angan kosong kepada Allah."
Pelajaran Penting bagi Murid: Berpikir kritis (critical thinking) dalam Islam bukan sekadar jago berdebat atau mencari kesalahan, melainkan kemampuan mengevaluasi diri (muhasabah), berpikir visioner hingga kehidupan akhirat, membedakan kebenaran dari kebatilan, dan mewujudkan ilmu dalam amal nyata.
Hadis 2: Keutamaan Mencintai & Menuntut IPTEKHR. Muslim (No. 2699)
Terjemahan:
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu (pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat), niscaya Allah memudahkan baginya jalan menuju surga."
Pelajaran Penting bagi Murid: Belajar ilmu navigasi nautika, mengoperasikan kapal penangkap ikan, oseanografi, serta keselamatan pelayaran adalah bagian dari "jalan mencari ilmu" yang jika diniatkan karena Allah SWT, akan mengantarkan murid pada kemuliaan dunia dan surga di akhirat.
Panduan Praktis Murid Kelas XI NKPI
๐ค Cara Mempresentasikan QS Ali 'Imran 190-191 & Hadis di Depan Kelas
Gunakan panduan 4 langkah presentasi efektif ini agar presentasimu memukau, ilmiah, dan berbobot dakwah maritim.
1
Tahap Pembuka & Tilawah Tartil (Durasi: 1 Menit)
Buka dengan salam hangat kelautan: "Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Bahari!". Bacakan potongan ayat 190-191 dengan tartil dan tajwid yang telah dipelajari. Tunjukkan harakat dan makhraj yang mantap.
2
Pemaparan Makna & Karakter Ulil Albab (Durasi: 2 Menit)
Jelaskan bahwa Ulil Albab adalah orang yang memadukan dzikir (hati) dan pikir (nalar ilmiah). Hubungkan dengan hadis riwayat At-Tirmidzi: orang cerdas adalah orang yang kritis terhadap nafsunya dan berorientasi jangka panjang.
3
Kontekstualisasi Nyata Nautika Kapal (Durasi: 2 Menit)
Berikan contoh konkret di dunia pelaut NKPI: bagaimana pergantian siang dan malam menentukan sistem jaga (watchkeeping 4 jam), navigasi bintang pemandu arah, dan perlunya teknologi radar/GPS yang digunakan secara bertanggung jawab demi menjaga ekosistem ikan ciptaan Allah.
Tutup dengan komitmen: membiasakan membaca Al-Qur'an sebelum berlayar dan selalu memverifikasi informasi secara ilmiah (tabayyun). Akhiri dengan salam.
๐ Rubrik Penilaian Mandiri Presentasi Murid:
Fashahah & Tajwid: Bacaan Al-Qur'an tepat makhraj dan hukum tajwid (Bobot 30%)
Kedalaman Analisis: Menjelaskan konsep berpikir kritis & IPTEK (Bobot 30%)
Konteks Maritim NKPI: Mengaitkan ayat dengan bidang pelayaran (Bobot 20%)
Artikulasi & Percaya Diri: Suara lantang dan kontak mata baik (Bobot 20%)
โ Titik Temu Ayat Al-Qur'an dengan Sains Nautika SMKN 1 Mundu
Bagaimana ayat-ayat kaum Ulil Albab menjadi fondasi keilmuan pelaut dan nakhoda tangguh di masa depan.
โญ
1. Navigasi Bintang & Astronomi Laut
Al-Qur'an menegaskan dalam QS An-Nahl: 16, "Dan Dia ciptakan tanda-tanda (penunjuk jalan), dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk."
Murid NKPI mempelajari posisi Polaris (Bintang Kutub Utara) dan rasi Crux (Bintang Salib Selatan/Pari) untuk menentukan arah sejati kapal saat kompas elektronik mengalami gangguan. Ini adalah bukti bahwa pergerakan langit adalah tanda kebesaran Allah.
๐
2. Pergantian Siang-Malam & Oseanografi
Pergantian siang dan malam (ikhtilฤfil-laili wan-nahฤr) menggerakkan sirkulasi angin laut, angin darat, pasang surut gravitasi bulan-matahari, serta termoklin perairan. Murid NKPI memanfaatkan pengetahuan ini untuk memprediksi fishing ground (daerah tangkapan ikan) yang produktif.
๐ก
3. Teknologi Radar, Sonar & Etika Lingkungan
Akal yang diberikan Allah melahirkan teknologi Echo Sounder dan Fish Finder. Sebagai muslim berilmu, murid NKPI diajarkan beretika: teknologi penangkapan ikan modern tidak boleh digunakan untuk merusak terumbu karang atau menangkap benih ikan secara rakus (overfishing), melainkan harus lestari dan bertanggung jawab.
๐ก๏ธ
4. Keselamatan Maritim & Tabayyun Ilmiah
Berpikir kritis melatih murid NKPI untuk tidak gegabah mengambil keputusan saat badai. Murid menganalisis data barometer, prakiraan cuaca maritim BMKG, dan peta sinoptik secara logis seraya senantiasa berdoa memohon perlindungan Allah SWT.
Beranda > Simulasi Berfikir Kritis & IPTEK
๐ฌ Laboratorium Interaktif Ulil Albab
Wahana simulasi visual fenomena alam langit-laut serta uji penalaran kritis pelaut NKPI SMKN 1 Mundu dalam memecahkan masalah maritim secara ilmiah dan berlandaskan keimanan.
๐งญ Simulator 1: Rotasi Bumi, Pergantian Siang-Malam & Navigasi Bintang Kapal NKPI
Waktu Lokal:12:00 WIB (Siang Terik)
Kondisi Langit:Matahari di Titik Kulminasi
Posisi Kapal:06ยฐ45' LS, 108ยฐ35' BT (Laut Jawa / Mundu)
Bintang Pemandu:Belum Tampak (Terang Siang)
Tadabbur QS Ali 'Imran 190: ููุงุฎูุชูููุงูู ุงูููููููู ููุงููููููุงุฑู
Siang Hari: Energi Surya & Panduan Penglihatan
Matahari menyinari bumi memungkinkan fotosintesis fitoplankton di perairan Laut Jawa yang menjadi rantai makanan ikan tangkapan. Para nakhoda NKPI memanfaatkan cahaya siang untuk bernavigasi visual serta mengisi daya panel surya baterai kapal penangkap ikan.
Penjelasan Ilmiah: Rotasi bumi dari barat ke timur dengan kecepatan ~1.670 km/jam di ekuator menghasilkan siklus 24 jam pergantian siang dan malam secara teratur dan presisi tanpa kekacauan.
๐ง Simulator 2: Tantangan Studi Kasus Berpikir Kritis & Etika IPTEK Murid NKPI
Skor Penalaran Kritis: 0 / 100
Sebagai calon perwira kapal penangkap ikan SMKN 1 Mundu, selesaikan 3 skenario nyata di bawah ini dengan menerapkan prinsip Ulil Albab: mengintegrasikan bukti ilmiah, nalar logis, pertimbangan etika syar'i, dan tanggung jawab pelestarian lingkungan.
๐ Skenario 1: Tekanan Udara Merosot Tajam di Laut Jawa
Kapal Latih NKPI SMKN 1 Mundu sedang berada 40 mil laut di utara Cirebon. Alat barometer anjungan menunjukkan tekanan udara merosot drastis dari 1012 hPa menjadi 998 hPa dalam 2 jam, langit menghitam pekat, dan awan Cumulonimbus (Cb) membubung tinggi. Sebagian ABK mengusulkan tetap menebar jaring demi mengejar target tangkapan ikan, dengan anggapan "kita pasrah saja pada nasib".
Pertanyaan Berfikir Kritis: Sikap apa yang paling mencerminkan karakter Ulil Albab yang berfikir kritis dan beriman?
๐ Skenario 2: Teknologi Fish Finder & Kelestarian Sumber Daya Ikan
Teknologi hydro-acoustic sonar dan Fish Finder modern mampu mendeteksi kawanan ikan hingga ke dasar laut secara akurat. Nakhoda kapal mitra menawarkan untuk menggunakan pukat harimau dasar berteknologi tinggi di kawasan terumbu karang pemijahan ikan agar mendapat keuntungan milyaran rupiah dalam sekali trip.
Pertanyaan Berfikir Kritis: Bagaimana murid NKPI memandang pemanfaatan IPTEK tersebut berdasarkan QS Ali 'Imran: 191 (Rabbanฤ mฤ khalaqta hฤลผฤ bฤแนญilฤ)?
๐ฑ Skenario 3: Uji Tabayyun Terhadap Berita Hoaks Cuaca & Gelombang
Beredar pesan berantai di grup WhatsApp nelayan yang menyatakan akan ada "Gelombang Megatsunami setinggi 50 meter di Cirebon malam ini karena posisi planet sejajar". Pesan tersebut membuat keluarga ABK panik luar biasa.
Pertanyaan Berfikir Kritis: Langkah ilmiah dan islami apa yang wajib dilakukan murid NKPI sebelum menyebarkan atau mempercayai kabar tersebut?
Beranda > Kuis Evaluasi Pembelajaran
โ๏ธ Uji Kompetensi & Kuis Interaktif
Evaluasi pemahaman murid Kelas XI NKPI terkait QS Ali 'Imran 190-191, hukum tajwid, hadis berfikir kritis, dan integrasi IPTEK maritim. Kerjakan dengan jujur dan teliti!
Soal 1 dari 10Kategori: Pemahaman Ayat
โฑ๏ธ15:00
Memuat soal kuis...
Beranda > Hasil Pembelajaran Murid
๐ Hasil Evaluasi & Piagam Capaian Murid
Rangkuman hasil belajar, analisis capaian indikator kompetensi, pembahasan soal, dan piagam kelulusan digital murid SMK Negeri 1 Mundu.
0/ 100
BELUM MENGERJAKAN
Halo, Calon Nakhoda!
Silakan kerjakan Kuis Evaluasi pada menu kuis untuk mengetahui skor pemahaman dan mengunduh sertifikat capaian belajarmu!
1. Pemahaman QS Ali 'Imran 190-191 & Hadis0%
2. Penguasaan Tajwid & Bacaan Al-Qur'an0%
3. Nilai Keimanan & Karakter Ulil Albab0%
4. Penerapan Berpikir Kritis & IPTEK Maritim0%
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN โข CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH X
SMK NEGERI 1 MUNDU CIREBON
Jl. Luwung, Mundu Pesisir, Kec. Mundu, Kab. Cirebon, Jawa Barat 45173
PIAGAM CAPAIAN PEMBELAJARAN
MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PAI & BUDI PEKERTI
Diberikan dengan penuh penghargaan kepada Murid:
NAMA MURID LENGKAP
Kelas: XI NKPI | Kompetensi Keahlian: Nautika Kapal Penangkap Ikan
Telah menyelesaikan seluruh rangkaian modul pembelajaran berbasis web:
"Membiasakan Berfikir Kritis dan Semangat Mencintai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)"
Kajian QS Ali 'Imran: 190-191 & Hadis Riwayat At-Tirmidzi dengan nilai evaluasi:
NILAI AKHIR:95(MUMTAZ / ISTIMEWA)
๐ Pembahasan Lengkap & Kunci Jawaban Kuis
Beranda > Refleksi Diri & Komitmen
๐ก Lembar Refleksi & Komitmen Murid Bahari
Renungan pribadi terhadap kebesaran Allah SWT melalui fenomena laut dan langit, serta penegasan komitmen sebagai murid NKPI yang beriman, berpikir kritis, dan melek teknologi.
Bagian A
Penilaian Diri (Self-Assessment) Sikap Murid
Pilihlah respon yang paling mencerminkan keyakinan dan sikap hatimu saat ini:
No
Pernyataan Sikap Murid
Sangat Setuju
Setuju
Ragu-Ragu
Tidak Setuju
1
Saya meyakini bahwa berfikir kritis dan menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) adalah perintah agama yang bernilai ibadah.
2
Ketika melihat pergantian siang-malam, laut luas, dan langit bertabur bintang, hati saya berdzikir memuji keagungan Allah SWT.
3
Saya selalu membiasakan membaca Al-Qur'an secara rutin dengan tartil dan mengkaji artinya dalam kehidupan sehari-hari.
4
Saya tidak mudah percaya pada kabar bohong/hoaks, melainkan membiasakan tabayyun dan berfikir ilmiah sebelum bertindak.
5
Sebagai calon pelaut NKPI, saya bertekad menguasai teknologi maritim (GPS, radar, sonar) demi keselamatan dan kelestarian laut ciptaan Allah.
"Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Engkau, aku memohon ampunan kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu."
โ Masukkan Identitas Murid NKPI
Identitas ini akan dicantumkan secara resmi pada Piagam Capaian Pembelajaran dan lembar refleksi belajarmu.